Ini cara mudah memahami rantai makanan di hutan

Apa yang disebut rantai makanan itu?

Rantai makanan ialah sebuah proses ekosistem dimana hukum alam bekerja dalam memenuhi seluruh kebutuhan hidup makhluk didalamnya. Secara tidak langsung, proses alamiah ini terus terjadi dan menguntungkan berbagai pihak yang berada di dalamnya. Di sekolah, penjelasan mengenai rantai makanan ini disampaikan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

Rantai makanan ini tidak terkecuali juga ada di hutan sehingga disebut rantai makanan di hutan. Bahkan beberapa pendapat mengatakan, hutan merupakan lahan rantai makanan paling besar di dunia karena mengandung banyak jenis flora dan fauna di dalamnya. Lalu ada elemen apa saja pada rantai makanan di hutan? Berikut ini akan disebutkan penjelasannya:

Produsen

Sebagaimana dalam sistem pemenuhan kebutuhan hidup manusia, produsen memiliki keistimewaan menghasilkan sebuah barang atau suatu produk. Dalam kasus rantai makanan di hutan, produsen berarti mekanisme yang mampu menghasilkan makanannnya sendiri. Di ekosistem hutan, kedudukan produsen di pegang oleh tumbuh-tumbuhan seperti pohon dan rerumputan. Mereka merupakan kunci dari keberlangsungan rantai makanan.

Konsumen 1

Produsen selanjutnya dikonsumsi oleh konsumen tingkat 1 yaitu hewan-hewan pemakan tumbuhan seperti monyet, kerbau, gajah, zebra, belalang, atau ayam hutan. Jenis hewan yang menjadi konsumen pertama ini sering disebut dengan herbivora.

Konsumen 2

Selanjutnya, konsumen 1 sebagai herbivora tadi juga dikonsumsi oleh konsumen kedua yakni hewan-hewan karnivora / pemakan daging. Misalnya seperti ular yang memangsa ayam hutan. Katak memakan belalang. Serigala memakan monyet.

Konsumen 3

Pada lingkaran rantai makanan di hutan selanjutnya, ada juga konsumen 3 atau biasa disebut karnivora besar karena makanannya ialah para hewan di level konsumen 2. Jajaran hewan ini yaitu harimau atau hewan lain yang lebih besar atau garang.

Dekomposer

Elemen terakhir rantai makanan di hutan ialah dekomposer atau pengurai. Disini, ia bertugas menguraikan sisa organisme yang terdapat pada jasad hewan yang sudah mati. Hasil penguraian tersebut akan menjadi kompos  yang berfungsi untuk menyuburkan tanah dan tanaman sehingga terus menghidupkan proses rantai makanan di hutan.