Yuk, Ketahui Bacaan Doa setelah Adzan

Kumandang adzan tentu tidak asing bagi seluruh umat muslim di dunia, apalagi di Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Sehari lima kali mulai waktu shubuh hingga waktu isya’ akan terdengar kumandang adzan di seluruh pelosok negeri dan kita disunahkan untuk membaca doa setelah adzan.

Menurut Ibnu Taimiyyah rahimahullah, adzan adalah bagian dari syiar agama Islam. Pada kalimat-kalimat adzan terkandung seruan dan pengumuman untuk mengingat atau berdzikir kepada Allah Ta’ala. Bahkan, ketika adzan dikumandangkan, pintu-pintu langit terbuka dan segala doa akan dikabulkan sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wassalam.

Keutamaan Adzan

  1. Menjadi Saksi

Setiap makhluk yang menjawab seruan adzan ini akan menjadi saksi kebaikan pada hari kiamat. Sesuai yang tercantum pada hadits riwayat Bukhari nomor 609 bahwa suara adzan yang keras akan didengar oleh jin, manusia, dan semua yang mendengarkannya, kemudian akan menjadi saksinya pada hari kiamat tiba.

Hal tersebut menunjukkan bahwa baik muadzin maupun seseorang yang mendengar, adzan yang dikumandangkan akan dijadikan oleh Allah sebagai saksi kebaikan bagi keduanya pada hari kiamat.

  1. Diampuni Dosa-dosanya

Keutamaan ini tidak hanya diberikan kepada muadzin saja, tetap juga mereka yang menghadiri sholat berjamaah. Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa seorang muadzin akan diampuni dosa-dosanya sepanjang suaranya ketika mengumandangkan adzan.

Sedangkan untuk orang-orang yang menghadiri sholat berjamaah maka akan dicatatkannya 25 kebaikan baginya. Tidak hanya itu, bagi mereka juga akan dihapuskan kesalahan di antara keduanya, yaitu antara azdan dan sholatnya.

  1. Terdapat Pahala Sholat Sunnah

Seseorang yang setelah mendengar adzan, kemudian melakukan sholat sunnah mutlak, yaitu sholat sunnah dua rakaat antara adzan dan iqomah, maka baginya disediakan pahala. Selain itu, juga terdapat keutamaan shalat sunnah rawatib sebelum sholat wajib. Apabila Anda sholat berjamaah di masjid, maka ada pula sholat sunnah tahiyyatul masjid. Kesemuanya itu akan mendatangkan pahala kebaikan pada Anda jika mengerjakannya.

  1. Muadzin Didoakan oleh Nabi Muhammad

Muadzin dan imam sholat didoakan ampunan atas dosa-dosa mereka oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda yang artinya: “Imam merupakan penanggung jawab, muadzin adalah pembawa amanat. Ya Allah, berikanlah bimbingan kepada para iman dan ampunilah dosa para muadzin” (HR. At-Tirmidzi: 207, Ahmad: 7.169, Abu Daud: 517, Abu Daud Ath Thayalisi: 2.526, Abu Ya’la: 4.562)

  1. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdoa

Waktu di antara adzan dan iqamah merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Hal ini dinyatakan dalam sebuah hadits Nabi. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الدُّ عَا ءَ لاَ يُرَ دُّ بَيْنَ الْأَ ذَا نِ وَا لْإِ قَا مَةِ ، فَا د عُوا

Artinya: “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa (yang dipanjatkan) di antara adzan dan iqamah, maka berdoalah (di waktu itu).” (HR. Ahmad: 12.584).

Apabila Anda telah selesai sholat sunnah setelah berkumandangnya adzan, maka sempatkanlah untuk berdoa dan memohon ampunan. Hal ini sangat disarankan karena waktu tersebut adalah waktu-waktu mustajab sehingga doa pasti akan dikabulkan oleh Allah. Pembahasan lebih detail dapat dilihat di https://al-fikry.com/.

Doa setelah Adzan

Seseorang yang mendengarkan adzan, kemudian mengikuti muadzin, dan setelahnya membaca doa setelah adzan akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Berikut adalah bacaan doa setelah adzan yang dapat Anda ikuti.

اللَّهُمَّ رَ بَّ هَذِهِ الدَّ عْوَ ةِ التَّا مَّةِ ، وَالصَّلاَ ةِ القَا ئِمَةَ آ تِ مُحَمَّدًا الوَ سِيلَةَ وَ الفَضِيلَةَ , وَا بْعَثْهُ مَقَا مًا مَحْمُودًا الَّذِي وَ عَدْ تَهٌ

Artinya: Ya Allah, saya memohon kepada-Mu dengan perantara hak doa yang sempurna ini serta sholat yang ditegakkan ini, berilah wasilah dan keutamaan kepada Nabi Muhammad. Dan tunjukilah beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.

Meskipun merupakan suatu syiar agama Islam, kalima-kalimat adzan harus memenuhi syarat agar dianggap sah. Berikut beberapa syarat sahnya adzan:

  • Adzan yang dikumandangkan hendaknya dilakukan pada waktu-waktu yang diyakini telah masuk sholat. Adzan merupakan panggilan untuk segera menjalankan ibadah sholat.
  • Kalimat-kalimat yang dikumadangkan sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan harus berurutan. Kalimat adzan tersebut tidak boleh sampai terbalik.
  • Seseorang yang mengkumandankan adzan atau muadzin haruslah seorang muslim.
  • Muadzin harus mampu melafalkan kalimat adzan dengan fasih dan memahami bacaannya sesuai dengan aturan pembacaan.

Demikianlah beberapa hal penting seputar adzan dan doa setelah adzan yang perlu diketahui oleh setiap muslim. Semoga kita menjadi muslim yang taat, yang memuliakan kalimat adzan dan bersegera mendirikan sholat.